Linux adalah OS yang sangat potensial untuk dikembangkan, namun masalah perbedaan distro masih tetap mengganjal dikepala saya lho....apakah linuxer disini gak bisa menyatukan distro aja biar segalanya menjadi jauh lebih gampang.. bayangkan aja klo kita bertanya tentang problem slackware,. sementara yang menjawab adalah seorang yang biasa menggunakan mandriva,.. ,...akurasi jawaban akhirnya tidak bisa dijamin. meskipun pada dasarnya semua distro memiliki persamaan yang mendasar,. namun dalam tataran implementasi terkadang memiliki perbedaan. kalau orang yang sudah paham linux sih gak ada masalah,. tapi bagaimana dengan orang yang pengen belajar. mereka akan bingung ketika diajarkan sesuatu namun mereka tidak menemukan hal itu didistro yang mereka miliki. berikut contoh yang gw ilustrasikan:
si A baru mempelajari linux,. kemudian memilih PClinux sebagai distronya,. namun dia menghadapi kendala ketika vga komputernya tidak berjalandengan baik,. kemudian si A bertanya ke forum linux dan hadirlah si B memberikan jawaban. Si B yang sudah ahli dislackware mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena Xorg nya perlu dikonfigurasi,. maka si B menyarankan untuk menjalankan xorgsetup untuk melakukan konfigurasi otomatis terhadap x server komputer si A,. saran si B didasari pertimbangan bahwa si A adalah pemula,.
namun setelah si A mencoba,. ternyata perintah Xorgsetup tidak berjalan dikomputernya,. seandainya kedua-duanya menjalankan slackware,. cerita akan berbeda.
dari contoh diatas,. terlihat adanya kendala buat pemula untuk mempelajari linux. pemikiran si B adalah tepat,. karena mempertimbangkan bahwa si A adalah pemula. adalah hal yang sangat sulit bagi si A jika dia harus langsung bertemu dengan konfigurasi manual xorg (xorgconfig). namun apa yang diberitahukan oleh si B akhirnya menjadi sia-sia karena si A hanya melihat unknown command dilayar konsole nya.
ilustrasi di atas hanya salah satu ilustrasi dari berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat perbedaan distro. untuk itu saya mengajak teman-teman untuk menyatukan distro...dan menurut yang tepat adalah SLACKWARE (he..he..promosi kaleee)
Minggu, 06 Februari 2011
Jumat, 04 Februari 2011
SEJARAH TENTANG LINUX
Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.
Dalam waktu singkat UNIX berkembang secara pesat dan terpecah dalam dua aliran: UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Akan tetapi, standarisasi ini tidak meredakan persaingan. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX.
Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.
Awalnya Linus membuat Linux sendiri sebagai hobi, karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam UNIX dalam komputer 386-nya. Dari hasil kerjanya lahirlah Linux versi 0.01, yang sebenarnya masih belum bisa disebut sebuah sistem operasi. Setelah mengalami perbaikan, jadilah Linux versi 0.02, yang notabene adalah Linux resmi versi pertama yang diumumkan pada publik. Linus mengumumkan source code Linux pada tanggal 5 Oktober 1991. Saat itu Linux sudah dapat menjalankan shell bash, gcc compiler, GNU make, GNU sed, compress dll. Proyek Linux ini mendapatkan perhatian dari para programer di seluruh dunia yang kemudian turut berpartisipasi membangun Linux. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat hingga saat ini. Versi terbaru dari kernel Linux dapat anda check pada situs http://www.kernel.org [1].
Saat ini hanya pembangunan kernel Linux saja yang masih dikontrol oleh Linus sendiri. Sedangkan bagian lain dari sistem operasi Linux telah dikembangkan oleh banyak pihak. Oleh karenanya sekarang kita dapat melihat berbagai macam distro (distribusi, jenis) Linux yang jumlahnya ratusan jenis. Salah satu distro yang terkenal adalah RedHat. Selain itu ada juga distribusi Slackware dan Debian yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti misalnya Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, RedFlag Linux di Cina, dll.
Langganan:
Postingan (Atom)

